Bukan hanya proses menemukan pasangan hidup, proses mengesahkan
hubungan juga perlu persiapan yang matang. Jika sudah sepakat ingin
menikah, kamu dan pasangan tak bisa lagi hanya mengandalkan cinta.
Kalian harus punya mental yang dewasa, kecerdasan mengelola emosi, serta
kemampuan untuk berkompromi. Nah: ketahanan mental, kecerdasan
emosional, dan kemampuan berkompromi ini akan pertama kali diuji saat
kalian menyiapkan pernikahan.
Proses persiapan pernikahan memang menuntutmu banyak bersabar. Dalam
proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan ini, belasan kepala harus
sepakat dalam berbagai hal, dari anggaran hingga warna seragam. Ada
begitu banyak detil yang wajib diperhatikan agar acara berjalan lancar,
tetap sakral, dan tak terlupakan bagi mempelai dan para undangan.
Di Indonesia pernikahan lazimnya dirayakan dalam sebuah pesta besar.
Hampir tidak pernah kita mendengar cerita pernikahan yang hanya
dicatatkan di KUA dan berlangsung tanpa pesta. Karena itu, persiapan
pernikahanmu hendaknya dimulai sejak jauh-jauh hari. Semakin dini
kalian memulai persiapan, semakin kalian bisa bebas dari perasaan
buru-buru dan tertekan.
Untuk memudahkan kamu dan pasanganmu menyiapkan pernikahan, dalam artikel ini
kita
akan
menjabarkan apa saja yang perlu kalian lakukan dalam rentang 12 bulan.
Semoga bisa menjadi panduan bagimu dan pasanganmu yang sudah berniat
melangsungkan pernikahan!
Inilah segala hal yang harus kamu persiapkan, 10-12 bulan sebelum tanggal pernikahan
1. Daftar harga dan anggaran biaya. Diskusikan secara terbuka: bagaimana kemampuan masing-masing keluarga?
Jika sudah berniat menikah, kamu atau pasanganmu harus mulai terbuka
soal kondisi keuangan masing-masing. Berapa banyak yang bisa kamu ambil
dari tabunganmu untuk keperluan menikah? Berapa banyak yang bisa ia
ambil dari tabungannya? Seberapa jauh kalian akan meminta bantuan
orangtua untuk ikut membiayai pernikahan?
Tetapkan anggaran biaya maksimal untuk acara pernikahan
kalian. Karena banyak orangtua yang menginginkan pernikahan
besar-besaran untuk anaknya, tetapkan juga anggaran biaya
minimalnya. Selain itu, pikirkanlah besaran anggaran yang ditanggung
masing-masing pihak. Dalam beberapa tradisi, pihak keluarga mempelai
wanita biasanya akan menanggung sebagian besar biaya pernikahan. Jika
kamu dan pasangan mengikuti tradisi ini, tentukanlah detil-detil
keuangan apa yang akan menjadi tanggung jawab pihak keluarga mempelai
pria.
Kamu perlu menentukan perkiraan biaya untuk penyewaan gedung,
katering, dekorasi, hiburan panggung, hingga pakaian seragam. Selain
itu, ingat-ingat juga kenalan fotografer,
makeup artist,
penyanyi, hingga pembuat undangan yang kamu punya. Mendapatkan diskon
dari mereka bisa memotong secara signifikan jumlah uang yang harus
kalian keluarkan.
2. Diskusikan opsi-opsi tanggal pernikahan. Pasangan hidupmu memang satu, tapi pilihan tanggal menikahmu tak boleh hanya satu.
Ada dua hal yang patut diperhatikan dalam menentukan tanggal
pernikahan. Pertama, di tanggal tersebut keluarga mempelai pria dan
wanita harus bisa meluangkan waktu mereka. Lebih baik lagi jika mempelai
dan kedua orangtua juga bisa meluangkan waktu 1-2 hari sebelum dan
setelah pernikahan, agar bisa mempersiapkan energi serta memulihkan
diri dari acara yang melelahkan sebelum kembali ke “dunia nyata”.
Kedua, tanggal pernikahan itu juga akan menentukan
ketersediaan gedung dan kemudahan pemesanan vendor perkawinan yang
lainnya. Ada kemungkinan kamu harus rebutan gedung dengan
pasangan-pasangan lain, apalagi jika kamu melangsungkan pernikahan di
“musim kawin”. Jadi, pastikan kamu mempersiapkan beberapa
pilihan tanggal pernikahan.
3. Jika keluarga menyanggupinya, gelarlah juga pesta pertunangan sederhana.
Jika keluarga menyanggupi atau menyarankan, kamu bisa
menyelenggarakan sebuah pesta pertunangan. Tujuan pesta pertunangan
adalah mengumumkan kepada para anggota keluargamu serta orang-orang yang
penting di hidupmu bahwa kamu telah membulatkan niat untuk menghabiskan
masa tua dengan pasanganmu yang sekarang.
Pesta pertunangan biasanya diisi dengan perkenalan anggota keluarga,
kemudian diikuti dengan acara tukar cincin. Kamu juga bisa menggelar
acara lamaran formal dalam pesta pertunanganmu. Namun jika keluargamu
memilih untuk memisahkan acara pertunangan dan lamaran, pertunangan ini
bisa digunakan untuk menentukan kapan lamaran formal akan digelar.
Jika kalian memutuskan untuk tidak menggelar pesta pertunangan, kalian bisa langsung menuju tahap lamaran, kok.
7-10 Bulan Sebelum Hari-H Adalah Saat yang Tepat Untuk Memulai Persiapan Teknis
4. Buatmu yang tak menggelar pesta pertunangan, ini saatnya melaksanakan lamaran formal
Jika kamu memilih tak menyelenggarakan pesta pertunangan, 7-10
bulan sebelum pernikahan adalah saatnya menggelar acara lamaran formal.
Dalam acara lamaran formal, keluarga calon mempelai pria akan berkunjung
ke kediaman keluarga calon mempelai wanita sambil membawa beberapa
hantaran.
Alternatif isi hantaran:
- makanan ringan dan buah-buahan
- pakaian
- peralatan mekap
- uang yang dibentuk menjadi berbagai rupa
- perhiasan
Momen lamaran adalah momen yang krusial sekaligus mendebarkan.
Inilah bukti awal keseriusanmu dan pasangan untuk berikrar menghabiskan
hidup bersama. Calon mempelai pria meminta kesediaan orang tua sang
wanita, yang sudah menjaga putrinya selama puluhan tahun, untuk
merelakan sang putri pergi bersama pria pilihannya. Merelakan sang putri
pergi bukanlah keputusan yang mudah bagi kedua orangtuanya. Sementara
itu, keluarga calon mempelai pria wajib menunjukkan bahwa mereka
memang mampu membuat anggota baru di keluarganya bahagia. Bukan tugas
yang sederhana, bukan?
5. Tentukan juga susunan panitia pernikahanmu, karena pesta apapun cuma akan sukses jika panitianya tangguh!
Pesta pernikahan yang kalian selenggarakan tak hanya akan membawa
nama kalian berdua, namun juga kehormatan keluarga. Maka dari itu,
pesta pernikahanmu haruslah dipersiapkan dengan baik. Untuk itu, panitia
penyelenggara yang tangguh, tahan banting, dan responsif pada kemauan
setiap pihak yang terlibat adalah yang kamu butuhkan. Berikut ini
adalah
template struktur kepanitiaan yang bisa kamu ikuti:
- Ketua: Bertugas menyelaraskan satu seksi dan seksi
lainnya. Mesti sigap mencegah, meredam, dan memulihkan konflik. Pastikan
ketua panitia yang kamu pilih supel dan komunikatif. Biasanya, posisi
ini dipegang oleh seseorang yang dituakan dalam keluarga.
- Sekretaris: Bertugas menulis agenda-agenda rapat, memastikan bahwa rapat panitia berjalan lancar, serta memantau progres setiap seksi acara.
- Bendahara: Bertanggung jawab atas aliran dana untuk melangsungkan pesta. Biasanya posisi ini dipegang oleh salah satu mempelai.
- Seksi Akomodasi: Bertanggung jawab mencari berbagai
pilihan gedung tempat pesta dilaksanakan, memesan gedung yang telah
ditetapkan, serta mengurus berbagai perlengkapan pesta — dari kursi
hingga tenda. Juga bertanggung jawab memastikan bahwa keluarga besar
kedua mempelai dapat menginap di tempat layak selama berlangsungnya
acara pernikahan. Pastikan orang yang kamu pilih untuk menempati posisi
ini berdedikasi dan punya mobilitas tinggi.
- Seksi Transportasi: Bertanggung jawab tak
hanya untuk urusan transportasi kedua mempelai ke acara pernikahan,
namun juga transportasi keluarga besar kedua mempelai.
- Seksi Dokumentasi: Posisi ini bisa kamu serahkan
pada fotografer profesional, atau kerabat yang memiliki keahlian dan
hobi di bidang fotografi. Pastikan anggotanya lebih dari satu orang, ya.
- Seksi Konsumsi: Bertanggung jawab mencari pilihan
dan memesan katering. Karena katering adalah salah satu pengeluaran
paling besar dalam pesta pernikahan, pastikan orang yang memegang posisi
ini profesional, punya pengetahuan soal seluk-beluk makanan, dan tak
akan mengambil keputusan ceroboh yang akan merugikan persiapan acaramu
secara finansial.
- Seksi Koordinator Lapangan: Seksi ini punya beban
tugas yang cukup berat, yaitu memastikan bahwa segala komponen acara
pernikahan – dari dekorasi panggung, katering, transportasi, hingga
dokumentasi – siap tersedia atau bekerja dengan baik. Jika seksi apapun
menemui kendala, seksi koordinator lapangan harus siap turun
tangan mengatasi kendala itu agar Hari-H berjalan lancar.
Selain itu, kamu perlu menentukan siapa yang akan menjadi
among tamu, penerima tamu, pagar ayu, pagar bagus, pengiring pengantin, penjaga katering, dan penjaga uang amplop.
Alternatif dari membuat panitia persiapan pernikahan sendiri adalah menyewa jasa wedding organizer (WO). Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari menyewa WO.
Selain menghemat waktumu, menyewa WO juga bisa menghindarkanmu dari
konflik dengan anggota keluarga. Ketika kamu tak puas dengan kinerja WO,
kamu bisa langsung melayangkan protes pada mereka agar buruknya kinerja
itu tak sampai menghancurkan Hari-H. Kamu tak perlu tak enakan, karena
hubunganmu dan mereka bersifat profesional. Tentu berbeda ketika kamu
tak puas dengan kerja salah satu anggota keluarga. Kamu akan segan
mengkritik atau memprotes hasil kerjanya, apalagi jika usia anggota
keluarga ini jauh lebih tua darimu.
Untuk mendapatkan WO yang baik, jangan malu-malu bertanya pada rekan
kerja, teman kampus, atau anggota keluarga yang sempat menggunakan jasa
WO untuk pernikahan mereka. Yup, percayakanlah teman-teman terbaikmu ini
merekomendasikan WO mana di kotamu yang paling sesuai untukmu.
6. Tentukan juga jumlah tamu yang ingin kalian undang. Berapa
‘kuota’ tamu orangtua dan calon mertuamu? Berapa ‘kuota’ pasanganmu dan
kamu?
Pernikahan yang besar akan mengundang 1000-2000 tamu. Namun, kamu
juga bisa hanya mengundang 500-700 tamu, bahkan menggelar pesta privat
dengan kurang dari 200 tamu. Semua tergantung dari kesepakatan kalian
dan keluarga.
Selain mematok jumlah tamu yang datang, tentukan juga berapa ‘jatah’
alias jumlah maksimal tamu yang bisa kamu, pasanganmu, orangtuamu, dan
mertuamu masing-masing bawa ke pesta. Biasanya ‘jatah’ atau ‘kuota’ tamu
ini akan berhubungan langsung dengan jumlah patungan biaya pernikahan
yang harus satu pihak setorkan. Semakin banyak kuotanya, tentu semakin
banyak pula iuran yang harus diserahkan!
7. Hal paling penting berikutnya adalah tema pernikahan kalian. Pernikahan adat, nasional, Western wedding, atau tema unik seperti Harry Potter?
Memang, inti dari pernikahan adalah saling bertukar janji setia.
Namun, upacara pernikahan juga bisa dipandang sebagai perayaan atau
penghormatan budaya serta agama. Karena itu kamu tak boleh main-main
menentukan tema pernikahanmu. Menurut agama kalian, apa saja syarat yang
harus kalian penuhi untuk menikah? Selain itu, apakah kalian akan
menggelar seluruh ritual adat? Jika kalian berasal dari dua
suku berbeda, adat suku siapa yang akan kalian turuti?
Pesta pernikahan juga bisa menjadi ajang
mempertunjukkan seleramu dan pasanganmu. Misalnya, jika kalian
berdua adalah fans fanatik Harry Potter, kenapa tidak menyelenggarakan
pesta dengan tema Hutan Terlarang? Laksanakan pestanya di sebuah
kebun. Masing-masing tamu harus datang dengan gaun atau jas. Ambil
inspirasi gaun pengantin dari wedding dress milik Fleur Delacour. Sebagai suvenir pernikahan, berikan saja tamu kalian tongkat sihir!
Tentu saja tema pernikahan ini harus disesuaikan dengan anggaran yang
ada, serta kehendak keluarga. Jika kamu dan pasangan ingin menggelar
pesta bertema unik, pastikan dulu: apakah ide itu direstui keluargamu?
8. Karena opsi tanggal pernikahan, tema besar, jumlah tamu, dan nominal anggaran sudah di tangan, segera pilih venue untuk akad dan resepsi.
Di mana kamu akan menyelenggarakan pernikahanmu nanti? Saat memilih tempat, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan:
- Ketersediaan tempat. Jika tidak bisa mendapatkan tempat yang kamu
incar pada siang hari, cobalah sewa tempat itu untuk malam hari.
- Biaya sewa. Sesuaikan dengan anggaran yang kamu punya.
- Tema. Menurut tema pernikahanmu, lebih baik menyelenggarakan pesta ini di gedung atau di kebun terbuka?
- Jumlah tamu. Pastikan tempatnya cukup menampung tamu yang kamu undang. Nggak seru dong kalau mereka harus bersesak-sesakan?
- Lokasi. Lokasi yang terlalu mudah diakses orang luar punya
kekurangan juga, lho. Jangan sampai pestamu dihadiri orang tak diundang
yang mau makan gratis. Ini risiko — serius.
Untuk resepsi, pastikan bahwa kamu sudah memesan gedung jauh-jauh
hari. Ingat, lebih dari 50% orang Indonesia berada di bawah umur 40
tahun. Tentu ada banyak sekali orang selain kamu yang berniat
menyelenggarakan pesta pernikahan di hari yang sama denganmu.
Tips berhemat: kamu bisa
menyelenggarakan akad nikah di tempat peribadatan (pura, gereja, masjid)
atau rumah sendiri. Menyewa rumah sendiri bisa memangkas biaya, namun
kamu juga tetap harus mengeluarkan uang untuk menyewa tenda, AC, serta
dekorasi. Kamu dan keluargamu pun tak akan bisa segera beristirahat
setelah pesta karena harus bergotong-royong membersihkan
sampah peninggalan tamu di rumah.
5-7 bulan sebelum pernikahan adalah waktunya berkutat dengan detil-detil penting. Mesti teliti agar pestamu berhasil.
9. Manfaatkan akhir pekanmu untuk survey kain dan baju seragam
Jangan remehkan urusan membuat baju seragam dan pakaian pengantin.
Selain memilih bahan kain, mencocokkan warna kain dengan tema
pernikahan, menimbang-nimbang harga, dan bolak-balik fitting, kamu juga
harus menentukan siapa saja yang akan kamu beri kain. Ini bukan hal
kecil, terutama jika pemberian kain dianggap sebagai tanda kehormatan
dalam tradisi keluargamu.
Berikut ini adalah jenis-jenis kain kebaya yang umum digunakan:
- Brokat prancis (Rp. 750.000 – jutaan/meter)
- Brokat semi prancis (Rp. 255.000 – 500.000 / meter)
- Brokat biasa (Rp. 60.000 – 150.000 / meter)
- Tile Cornely (Rp. 450.000 – 850.000 per meter)
- Prada (Rp. 125.000 – 300.000)
Tips berhemat: kamu bisa meminjam saja
seragam pagerayu dan pager bagus dari WO, sehingga kamu hanya perlu
membeli kain untukmu dan pasanganmu saja. Kamu juga bisa membuat
kesepakatan ’50-50′ dengan WO. Biaya kain dan biaya jahit ditanggung
setengahnya oleh WO, dengan syarat, kebaya dan seragam itu menjadi milik
WO ketika acaramu sudah selesai.
10. Saatnya Menentukan Dekorasi! Sesuaikan Dengan Tema, Anggaran, dan Lokasi Pestamu, ya.
Jika kamu tak menggunakan jasa WO, kamu harus menentukan dekorasi
pestamu sendiri. Bukan hanya dekorasi pelaminan saja, tentukan juga:
- dekorasi tempat makan
- standing flowers
- pintu masuk gedung
Jangan lupa sesuaikan dekorasi dengan tema besar pestamu: apakah daerah, nasional,
western,
atau unik. Jangan lupa juga sesuaikan dengan lokasinya: jika kamu dan
pasangan akan menggelar pesta outdoor, jangan lupa memesan tenda —
terutama jika musim hujan.
Jangan lupa juga meminta sketsa dekorasi pada dekoratormu. Jika sudah
mendapatkan sketsa dekorasi di tangan, kamu jadi tak bingung
lagi memperkirakan berapa jumlah kursi, meja, pergola, hingga karpet
yang kamu butuhkan.
Tips berhemat: untuk menekan biaya
hingga 35%-nya, pasanglah bunga imitasi untuk menghias tempat yang
kurang begitu strategis — bunga asli impor cukup kamu gunakan di
sekitar pelaminan dan pintu masuk gedung saja.
11. Harus ekstra hati-hati dalam memilih vendor katering. Ini adalah unsur pesta yang akan menyedot paling banyak biaya.
Jangan bingung dengan banyaknya pilihan menu! Kamu justru harus
ekstra hati-hati dalam memilih unsur pesta yang ini — katering
menghabiskan paling banyak biaya di antara “printilan-printilan” pesta
yang lainnya.
Yang pasti, menu yang akan kamu sajikan nanti harus
nyambung dengan
tema besar pestamu. Jika tema pestamu adalah perkawinan adat Sunda,
tentu sewajarnya makanan yang kamu sajikan tak jauh-jauh dari karedok,
sate maranggi, mie kocok, dan empal gepuk.
Kamu juga bisa menyediakan menu populer seperti nasi goreng, kambing
guling, soto sulung, es krim, dan brownies. Sementara untuk menentukan
menu yang lebih unik, kamu bisa memanfaatkan kesempatan mencicipi
makanan yang disediakan oleh
vendor katering.
Tips berhemat: Kamu bisa mendapat diskon jika menggunakan jasa katering dari gedung resepsi. Selain itu, kamu juga bisa memakai vendor katering
yang menawarkan garansi agar kamu terhindar dari kerugian akibat
makanan basi. Cari juga vendor yang akan memberikan diskon jika kamu
memesan minimal sekian pax.
Semakin dekat dengan hari pernikahan, semakin banyak detil yang harus diperhatikan. Ini yang wajib kamu urusi dalam 3-5 bulan.
12. Cetaklah kartu undangan. Seberapapun mudah dan murahnya, tak semua orang bisa kamu undang pakai Facebook…
Jangan mencetak kartu undangan untuk semua tamu. Misalkan kamu ingin
mengundang 500 orang, cetak saja 300 kartu undangan. Tamu sisanya kamu
undang dengan cara lebih informal, seperti Facebook invitation. Kamu
bisa juga menyebar
softcopy undangan via Whatsapp dan Path.
Selain itu, satu undangan bisa ditujukan untuk banyak tamu sekaligus.
Contoh: satu kartu undangan yang ditujukan pada “Alumni Ilmu Akuntansi
UGM Angkatan 2009″ bisa digunakan untuk mengundang seluruh teman
kuliahmu.
Yang harus kamu lakukan 3-5 bulan sebelum Hari-H adalah
mensurvey desain undangan. Bersikaplah terbuka kepada desainer tentang
anggaran yang kamu punya. Jangan khawatir, desainer profesional pasti
bisa kok menyulap anggaran yang tak begitu besar menjadi konsep kartu
undangan yang cantik. Setelah puas dengan konsep desain kartu
undanganmu, bawalah ke keluarga supaya mereka bisa memberikan
pendapatnya. Ketika kamu dan keluargamu sudah menyepakati desain yang
sama-sama kalian suka, barulah cetak undangan itu dua bulan sebelum
hari-H.
Tips berhemat: kamu bisa menjadikan
kartu undanganmu sekaligus souvenir pernikahanmu. Misalnya, cetaklah
undangan yang juga bisa digunakan sebagai notebook. Dengan ini, kamu tidak usah repot-repot mengeluarkan uang lagi untuk souvenir.
13. Jika tak menjadikan undangan sebagai souvenir pernikahanmu, ini saatnya menentukan apa yang mau kamu berikan pada para tamu.
Resepsi adalah bentuk syukur atas cinta yang sudah berpadu menjadi
satu. Nah, salah satu cara mengucapkan rasa syukur pada tamumu adalah
memberikan mereka souvenir tak terlupakan.
Sama seperti saat merancang undangan, kamu juga harus memperhatikan
budget saat memesan souvenir pernikahan. Tak harus mahal atau mewah kok,
yang penting adalah souvenir ini bermanfaat bagi tamumu.
Yang sedang tren saat ini adalah memberikan souvenir berupa permen
atau gula-gula yang disimpan dalam wadah atau gelas cantik. Selain bisa
menekan biaya, souvenir permen juga pasti akan dinikmati oleh tamumu.
Sudah 2-3 bulan menjelang hari-H. Lakukan hal-hal ini demi kelancaran acara.
14. Urus surat nikah di Catatan Sipil atau KUA. Pernikahan semahal apapun akan percuma jika tidak sah di mata negara.
Tujuan pernikahan adalah mengesahkan cinta kalian. Jadi percuma
menggelar pernikahan semahal apapun jika akhirnya tidak sah di mata
agama dan negara.
Jadi pada periode dua bulan sebelum menikah, mulailah menggali
informasi tentang tata cara pembuatan surat nikah. Kantor Urusan Agama
(bagi yang beragama Islam) atau Kantor Catatan Sipil (bagi non-Muslim)
mana yang harus kamu tuju akan bergantung pada lokasi akadmu. Jika akad
akan digelar dalam wilayah domisili calon mempelai wanita, maka calon
mempelai pria harus membuat surat numpang nikah. Jika baik
calon mempelai wanita maupun pria tidak berdomisili di wilayah tersebut,
maka dua-duanya harus membuat surat numpang nikah.
Dokumen yang diperlukan untuk membuat surat nikah adalah sebagai berikut:
- 4 lembar fotokopi KTP masing-masing pengantin
- 4 lembar fotokopi KK masing-masing pengantin
- 4 lembar pas foto 2×3 masing-masing pengantin, serta 4 lembar pas foto 3×4
- Izin kawin jika kamu atau pasanganmu adalah anggota TNI/POLRI
- Fotokopi ijazah terakhir
- 6 lembar materai
Sebelum menuju KUA/Kantor Catatan Sipil, kamu harus terlebih dahulu
mengurus surat pengantar dari RT /RW. Setelah mendapatkannya, barulah
kamu bisa mengurus surat N1, N2, N4, serta surat keterangan belum
menikah di kelurahan tempat domisilimu. Setelah itu, barulah kamu bisa
maju ke KUA kecamatan tempatmu berdomisili. Nah, jika kamu tidak akan
melangsungkan akad di tempatmu berdomisili, kamu bisa meminta surat
rekomendasi dari KUA di kecamatanmu sebelum mengurus surat numpang nikah
di KUA tempat akad akan dilangsungkan.
Kamu juga akan pertama kali bertemu penghulumu di KUA. Setelah
mendapatkan penghulu, jangan lupa minta nomor HP-nya agar kamu bisa
menjemputnya saat hari-H.
15. Selesai mengurus ribetnya surat nikah? Istirahatlah sebentar,
lalu kumpulkan energimu untuk membuat susunan acara pernikahan.
Hari bahagiamu nanti akan berisi banyak agenda. Kamu tidak akan
sempat mengingatkan orang satu persatu apa tugas mereka. Lagipula toh
tak mungkin juga kamu turun dari kursi untuk menyuruh fotografer
memotret teman-teman SMA-mu. Kamu pun tidak bisa pamit sebentar dari
pelaminan untuk mengingatkan petugas katering bahwa hidangan sudah harus
ditambah lagi.
Maka untuk memastikan Hari-H berjalan lancar, buatlah susunan
acara sebagai panduan untukmu dan tim. Tulislah dalam tabel rincian
acara, waktu berjalannya, dan siapa penanggung jawabnya. Dengan begitu,
koordinasimu menjadi lebih mudah. Kamu pun bisa lebih tenang menikmati
acara dari panggung pelaminan.
16. Pernikahanmu hanya sekali seumur hidup. Buatlah tak terlupakan dengan pengisi acara yang bisa menghidupkan suasana.
Menikah adalah momen yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur
hidup. Maka, gak ada salahnya kamu segera mencari fotografer yang bisa
merekam dengan handal peristiwa pentingmu itu. Isi acaramu dengan MC dan
pengiring musik yang bisa menghidupkan suasana. Kamu juga harus
selektif agar budgetmu tidak membengkak pada akhirnya.
Untuk mencari pengisi acara yang paling tepat, kamu memang harus
tanya sana-sini. Jangan malu meminta rekomendasi pada teman-temanmu yang
sudah terlebih dulu melangsungkan pernikahan. Selain itu, seleksi juga
apa yang memang kamu perlukan. Misalnya, pengiring musik atau
DJ sebenarnya tidak wajib untuk ada.
Jika kamu butuh rekomendasi lagu pengiring, berikut ini beberapa di antaranya:
- Maliq & d’Essentials — Dia
- Christina Perri — A Thousand Years
- The Carpenters — Close to You
- Michael Buble — Everything
- Bruno Mars — Marry You
- Tulus — Teman Hidup
- Payung Teduh — Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan
17. Perubahan pasti terjadi. Jadi untuk memastikan busanamu nanti tetap pas di badan, luangkan waktu untuk fitting ulang.
Kesibukan mempersiapkan pernikahan dan stres yang . Tanpa kamu sadari
berat badanmu sudah berubah semenjak hari pertama kamu memesan baju.
Untuk mengantisipasi perubahan itu, maka gak ada salahnya menjajal
lagi baju pernikahanmu. Kamu masih punya waktu untuk mempermak ulang
bajumu jika ternyata badanmu menjadi lebih kurus. Kamu gak mau kan kalau
harus tampil dengan baju kedodoran? Fitting ulang bisa mambuatmu lebih
percaya diri di hari bahagiamu nanti.
18. Agar hati lebih tenang di hari bahagia, konfirmasi ulang semua yang sudah kamu pesan.

Konfirmasi ulang semua yang sudah kamu pesan
Hati menjadi tenang jika tidak ada perubahan berarti dari rencana
yang sudah kamu siapkan. Maka satu bulan sebelum hari-H, pastikan kamu
menghubungi lagi semua pihak yang akan berpartisipasi dalam acara
pernikahanmu. Mulai dari pengisi acara, penyedia makanan, konfirmasi
gedung, perkembangan souvenir, hingga kehadiran pemangku agama —
pastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Kamu masih punya waktu jika
ternyata ada beberapa hal yang belum beres. Dengan ini, kamu tidak akan
jadi
groomzilla atau
bridezilla di Hari-H.
19. Jika semua berjalan sesuai yang kamu rencanakan, kini saatnya menyebar undangan
Sebuah pernikahan wajib diumumkan kepada semua orang. Hal ini untuk
menghindari prasangka orang ketika kalian tinggal atau selalu pergi
berdua.
Beri tahu pada semua khalayak bahwa kalian akan menjadi pasangan yang
sah. Maka kamu perlu menyebarkan undangan, setidaknya dua minggu
sebelum hari H. Namun, jika kartu undanganmu sudah ditangan, maka gak
ada salahnya untuk mulai mengabarkan momen pentingmu segera. Agar
teman-temanmu bisa meluangkan waktu untuk hadir, pastikan kamu tidak
menyebarkannya terlalu mepet dengan hari H. Mereka pasti bahagia
menerimanya!
Menghitung hari menjelang Hari-H! Tugasmu utamamu sekarang adalah menyiapkan mental bahagia.
Menikah adalah medan baru dimana kalian akan menjadi satu jiwa,
meskipun kalian tinggal di dua raga berbeda. Maka setelah segalanya kamu
persiapkan, luangkan 1-2 minggu hari pernikahan untuk memantapkan hati
dan pikiran. Di fase ini, lakukanlah hal-hal berikut:
20. Berlatihlah agar kamu lebih mantap dalam berucap. Janji suci adalah kalimat singkat yang mengandung beban berat.
Kalimat singkat yang bisa menjadi pengikat adalah janji pernikahan.
Jika kamu tidak ingin gagap saat mengucapkannya, maka gak ada
salahnya untuk berlatih jauh-jauh hari.
Agar lebih percaya diri, kamu bisa mulai bertanya pada orangtuamu
atau sahabat dekatmu yang sudah menikah. Semakin sering berlatih, kamu
akan menjadi lebih mahir. Kamu gak mau kan kalau harus mati kutu di
depan puluhan pasang mata?
21. Sebelum menjadi ratu dan raja sehari, tak ada salahnya kamu mulai berpenampilan lebih rapi.
Kepercayaan diri seseorang juga sangat dipengaruhi oleh penampilan.
Apalagi dalam hal pernikahan, yang merupakan acara sakral. Jika kamu
calon mempelai pria yang rambutnya masih berantakan, mulailah dirapikan
biar terlihat lebih gagah. Buat kamu yang calon mempelai wanita, saatnya
memanfaatkan paket khusus pengantin yang banyak tersedia di salon. Jika
sudah percaya diri pada penampilanmu, kamu bisa lebih khidmat menikmati
prosesi acara.
22. Enyahkan semua ragu dan rasa khawatirmu. Berdoa dan berpikir positif adalah kunci suksesnya acara.
Jangan uring-uringan, karena menikah seharusnya membuat kamu bahagia
di hari-H. Segala keputusan yang telah kamu lakukan tentang tema, gedung
dan lain sebagainya tak boleh lagi menjadi beban pikiranmu.
Karena kamu tak akan selalu bisa menyenangkan semua orang, menjelang
pernikahan kamu hanya perlu menyenangkan dirimu sendiri. Berpikirlah
positif, serta panjatkan doa. Kamu juga bisa mencoba memanjakan diri ke
salon agar lebih rileks dan sehat. Percayalah niat baik yang disertai
usaha yang baik akan membuatnya semua menjadi lebih berhasil :’)
Nah, sudah cukup ada bayangan? Tentu ini hanya panduan secara garis
besar saja. Semua rangkaian yang akhirnya akan kamu lalui juga sangat
tergantung dari kesibukan, adat istiadat, budaya, serta agama
masing-masing.
Karena pesta pernikahan hanyalah satu langkah awal dari kehidupan
cintamu, kamu tidak perlu menjadikannya beban berat dalam menyiapkan
acara pernikahanmu nanti. Yang lebih penting dari pesta pernikahan
adalah menyiapkan mental, dan memantaskan diri untuk menjadi manunggal
dengan pasanganmu nanti. Seberapapun mewahnya sebuah pesta pernikahan,
toh itu hanyalah pengantar kehidupanmu sebagai suami istri.
Semoga kamu dan pasanganmu bahagia selamanya.
Via
Agustin Fatimah