Ketakutan dan keengganan dalam memulai proses belajar ini akhirnya membuat kita sering melakoni proses belajar yang asal-asalan. Asal baca, asal hapal, asal nilai bagus — rasanya habis perkara. Padahal proses belajar yang salah tidak akan meninggalkan jejak dalam waktu lama. Materi yang kamu pelajari hanya akan bertahan seperti proses pemindahan kekuasaan setelah proklamasi Indonesia: “….dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.”
Tapi jangan khawatir! Di artikel kali ini, Hipwee akan memberi tahu kamu rahasia belajar efektif dan efisien yang dapat kamu terapkan. Apa saja tipsnya? Yuk, kita bahas satu persatu.
1. Tinggalkan kebiasaan lamamu menulis dengan rapi. Mulai sekarang bebaskan dirimu mencatat bebas dengan metode mind mapping
Mind mapping lebih efektif daripada menulis catatan dengan rapi. via www.mind-mapping.co.uk
Cara menulis catatan konvensional macam itu memang menghasilkan tulisan yang rapi, tapi terkadang kamu akan kesulitan saat harus menghapal dan mencari poin penting dalam catatan — karena tulisan yang terekam dalam ingatan akan terkesan datar dan monoton.
Jika masalah belajarmu sering berkutat pada kesulitan mencari poin penting dalam catatan yang dibuat sendiri maka teknik mind mapping bisa kamu jajal sebagai solusi. Dengan metode ini, kesan yang terekam di otak akan lebih menonjol, daripada merekam angka dan huruf yang membosankan. Proses belajar dan menghafal pelajaran pun menjadi lebih asyik dan mudah karena catatan dibuat dalam bentuk gambar yang terangkum dalam satu lembar kertas. Nilai plus lainnya adalah mampu melatih konsentrasi berfikir, kreativitas, dan kebebasan berpikir kamu.
Meskipun pada awalnya akan terasa lebih lama karena tidak terbiasa, tapi dengan latihan yang rutin dan konsistensi tinggi, kamu akan terbiasa menggunakan mind mapping yang akan mempermudahmu mengingat pelajaran.
2. Ketika konsentrasi sudah terbirit lari dan susah dipanggil lagi cobalah membujuknya dengan menggambar sesuatu yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari
Bosan? menggambarlah di kelas via www.telegraph.co.uk
Penelitian menunjukkan bahwa menggambar sesuatu yang berhubungan dengan subjek yang sedang kamu pelajari dapat membantu kamu untuk menghafalkan secara lebih detil tentang pelajaran yang sedang kamu dengarkan. Terlalu lama mendengarkan sesuatu dapat menyebabkan seseorang melamun, melamun dapat menurunkan performa ketika belajar dan pelajaran yang diberikan tidak akan dapat diserap secara maksimal, selain itu melamun ternyata dapat mereduksi kebahagiaan.
Tapi, jangan asal menggambar ya? hubungkan hobi menggambarmu dengan subjek pelajaran yang sedang diterangkan oleh pengajar.
3. Tawarkan diri untuk membantu mengajari teman yang ketinggalan pelajaran. Dengan bertingkah jadi “guru” sementara, materi belajar akan makin menempel di kepala
Bagilah ilmumu dengan orang lain via imgkid.com
Ketika seorang guru bersiap untuk mengajar, dia akan berusaha mencari kata kunci dari pelajaran yang akan dia berikan kepada sang murid, menemukan intisari dari sebuah ilmu merupakan hal yang sulit, kecuali orang tersebut sudah memahami materi secara menyeluruh. Ketika belajar, bayangkanlah posisimu sebagai guru tersebut.
Selain memperkaya ilmu, malaikat juga akan mencatat perbuatan baikmu itu.
4. Cara lain agar ilmumu tidak lari ke mana-mana adalah dengan menuliskannya. Hasilkan tulisan dari materi yang sudah kamu kuasai: baik di jurnal pribadi, atau di blog yang bisa dibagi
Karena tulisan akan abadi via momitforward.com
Selain itu studi membuktikan bahwa menulis akan membantu untuk mengingat lebih baik dan mencegah kepikunan, seperti layaknya bagian tubuh lain yang membutuhkan olahraga, otak juga termasuk di dalamnya. Menulis dapat membuat kamu tetap berpikir positif, dengan mengungkapkan apa yang kamu pikirkan maka otak akan terus bekerja.
5. Daripada belajar sendiri, mengapa kamu tidak memaksimalkan sesi diskusi? Dari interaksi yang terjadi pemahanmu terhadap materi akan kian teruji
Daripada belajar sendiri, manfaatkan forum diskusi via www.flickr.com
Diskusi menuntut kamu untuk aktif mengeluarkan pendapat dan mendengarkan peserta diskusi lainnya, sehingga akan melatih kemampuan berbicaramu di depan publik dan kemampuan untuk menghargai orang lain.
Tapi, jangan selingi diskusimu dengan bergosip ria!
6. Mari bermain menjadi detektif. Anggap sebuah permasalah adalah kasus kejahatan yang harus kamu selesaikan dengan teori yang kamu pelajari, pasti akan terasa lebih menyenangkan.
Bermain sebagai detektif via pyromanik.deviantart.com
Tidak ada salahnya kamu kembali mencoba metode ini untuk belajar, anggaplah sebuah pelajaran adalah teka-teki yang harus dipecahkan atau kasus yang sulit diselesaikan, gunakan teori yang kamu dapat sebagai senjata untuk memecahkan persoalan itu, imajinasimu juga akan terlatih.
Metode belajar dengan praktik seperti ini akan lebih efektif dan efisien daripada menghafal pelajaran secara konvensional dan juga dengan belajar seperti ini kamu akan memahami subjek pelajaran dengan lebih dalam.
7. Pastikan juga asupan airmu tercukupi. Konsentrasi yang susah datang itu bisa jadi karena tubuhmu mengalami dehidrasi
Perbanyak minum air putih via www.poklat.com
Menurut penelitan, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat tubuh kamu dapat mengurangi fungsi berfikir karena otak membutuhkan oksigen dalam tingkat optimal ketika berfikir, dengan minum air putih kamu bisa memastikan otak telah terpenuhi kebutuhannya. Ketika otak dalam kondisi yang sedang tidak optimal tentu menghafal pun menjadi pekerjaan yang berat.
Merasa mengantuk di kelas? Cobalah meminum segelas air, mungkin aja kamu sedang mengalami dehidrasi
8. Mulai sekarang jangan lagi sering mengakses konten pornografi. Gambar-gambar yang membuat gelisah hati itu tanpa disadari bisa membuat otakmu tak bekerja sebaik dulu lagi
Berhentilah mengkonsumsi konten porno via www.novusmindfullife.com
Tahukah kamu bahwa ternyata, pornografi dapat merusak 5 sel otak, sementara narkoba hanya merusak 3 sel otak. Selain itu, kecanduan pornografi juga dapat membuat seseorang menjadi pelupa, tepatnya bermasalah dengan ingatan jangka pendek (short term memory loss) sehingga akan sangat mengganggu proses belajar. Akses ke situs pornografi juga akan banyak menghabiskan waktu, karena perasaan senang muncul ketika melihat gambar atau adegan “syur”. Waktu yang seharusnya dapat kamu maksimalkan dengan belajar, menjadi sia-sia tak berbekas akibat pornografi.
Jika dilakukan dengan senang, sebenarnya proses belajar dan menghafal pelajaran tidak sesulit seperti yang kamu bayangkan. Orang tidak perlu pintar untuk mencapai nilai maksimal, tapi cukup belajar dengan cerdas memanfaatkan potensi diri yang ada.
Via
Tidak ada komentar:
Posting Komentar